Benang Merah dan Topik dalam Injil Lukas

Dirangkuman dan ditambahkan berdasarkan:
Renungan Ěr Dào Zì Jiàn oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary (Hong Kong)
Dan catatan dari NET2

Benang merah menjadi dasar pemahaman yang berkesinambungan setiap periikop Injil Lukas dan Kis. Rasul. Karena sifat Alkitab bukan sepotong-potong kisah yang tidak berkaitan, sifatnya bukan kumpulan cerita pendek (Cerpen).

Genaplah
Luke 1:1 Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita.
• Kata terjadi memiliki makna yang lebih mendalam. That have been fulfilled πληροφορέω, NET2: have been accomplished.” Given Luke’s emphasis on divine design (e.g., Luke 24:43-47) a stronger sense (“fulfilled”) is better than a mere reference to something having taken place (“accomplished”).
• Hal ini merupakan perkataan Yesus, Luke 4:21 Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” πεπλήρωται peplērōtai (is fulfilled)

Benar dan certainty
Luke 1:4 supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.
Kata benar adalah ἀσφάλειαν asphaleian (certainty.) Catatan yang dibukukan secara teratur ini adalah sebuah kebenaran Injil yang dipahami berdasarkan pewarisan Perjanjian Lama dan khabar baik yang memiliki akar sejarah yang mendalam, maka memiliki jangkar/akar kepastian, ini dibutuhkan menghadapi keadaan lingkungan yang tidak bersahabat, penuh permusuhan aniaya terhadap Injil, agar orang non Yahudi dan orang Yahudi dapat memahami dan mudah menerima Injil ini bisa membawakan pengaruh yang besar kepada dunia.

Benar dan certaity menjadi akar dan dasar Konsep Gereja! Berlanjut Jilid 2: Kis. Rasul (lihat Konsili pertama di Yerusalem, intinya adalah Back to Scripture, P.L adalah akar di mana tunas Gereja tumbuh, tanpa Benang Merah maka sulit memahami makna Konsili pertama ini)

Siapa orang ini? Anak tukang kayu?
Yesus dalam Injil Lukas sering diperbandingkan dengan para penguasa. Luke 3:1-2 Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene, pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun.

Ini sekali lagi menegaskan bahwa tema Keluaran dari Mesir utamanya bukan secara fisik Keluar dari tawanan Mesir, tetapi adalah utamanya selalu tentang rohaniah Keluar dari tawanan Mesir, pembebasan dan penyembuhan hati manusia. Luke 4:18, Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas … Membebaskan hati yang dikuasi roh (ayat 39).

Keluaran dari Mesir bukan pekara penumpasan penjajah politik, tetapi apakah orang-orang bersedia tekun mendengarkan lalu dengan sepenuh hati dan menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku? Itulah definisi “percaya” Lihat Luke 8:11-21 tanah yang baik menerima benih bertumbuh, perhatikan cara mendengar (Luke 8:18), mendengar dan realisasi konkret (Luke 8:21).

Ataukah 「angkatan yang tidak percaya 」 secara KTP sudah murid Yesus, tetapi hati masih belum bersedia keluar dari Mesir? Sebelum mengusir roh jahat dari orang lain, mungkin perlu terlebih dahulu mengusir roh dunia yang menjajah hati sendiri.
Apakah mereka melihat jauh ke depan, Tanah Perjanjian Surgawi, Pandangan Surgawi yang agung (Yesaya 60.)