Dirangkuman dan ditambahkan berdasarkan:
Renungan Ěr Dào Zì Jiàn oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary (Hong Kong)
Dan catatan dari NET2
Benang merah menjadi dasar pemahaman yang berkesinambungan setiap periikop Injil Lukas dan Kis. Rasul. Karena sifat Alkitab bukan sepotong-potong kisah yang tidak berkaitan, sifatnya bukan kumpulan cerita pendek (Cerpen).
Genaplah
Luke 1:1 Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita.
• Kata terjadi memiliki makna yang lebih mendalam. That have been fulfilled πληροφορέω, NET2: have been accomplished.” Given Luke’s emphasis on divine design (e.g., Luke 24:43-47) a stronger sense (“fulfilled”) is better than a mere reference to something having taken place (“accomplished”).
• Hal ini merupakan perkataan Yesus, Luke 4:21 Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” πεπλήρωται peplērōtai (is fulfilled)
Benar dan certainty
Luke 1:4 supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.
Kata benar adalah ἀσφάλειαν asphaleian (certainty.) Catatan yang dibukukan secara teratur ini adalah sebuah kebenaran Injil yang dipahami berdasarkan pewarisan Perjanjian Lama dan khabar baik yang memiliki akar sejarah yang mendalam, maka memiliki jangkar/akar kepastian, ini dibutuhkan menghadapi keadaan lingkungan yang tidak bersahabat, penuh permusuhan aniaya terhadap Injil, agar orang non Yahudi dan orang Yahudi dapat memahami dan mudah menerima Injil ini bisa membawakan pengaruh yang besar kepada dunia.
Benar dan certaity menjadi akar dan dasar Konsep Gereja! Berlanjut Jilid 2: Kis. Rasul (lihat Konsili pertama di Yerusalem, intinya adalah Back to Scripture, P.L adalah akar di mana tunas Gereja tumbuh, tanpa Benang Merah maka sulit memahami makna Konsili pertama ini)
Siapa orang ini? Anak tukang kayu?
Yesus dalam Injil Lukas sering diperbandingkan dengan para penguasa. Luke 3:1-2 Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene, pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun.
Siapa orang ini? Anak tukang kayu?
Luke 3:15 Namun, karena orang banyak sedang menanti-nanti, dan semuanya bertanya dalam hati tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias
Luke 7:18-19 Ketika Yohanes mendapat kabar tentang segala peristiwa itu dari murid-muridnya, ia memanggil dua orang dari antaranya dan menyuruh mereka bertanya kepada Tuhan: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?”
Yesus menegaskan kepada Yohanes Pembaptis tentang apa yang Dia lakukan. Semua yang Ia perbuat bukanlah buluh yang digoyangkan angin kian ke mari, hanya bergoyang tertiup angin dan tidak memiliki efek nyata, apa yang Dia lakukan itu teguh dan tak tergoyahkan, Luke 1:1 Benar dan certainty.
Tetapi mungkin dunia melihat kemuliaan dan Herodes yang dinobatkan sebagai raja.
Luke 7:49 Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: “Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?”
Luke 9:9 Tetapi Herodes berkata: 「Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?」
Luke 9:18-27 Ketika Yohanes Pembaptis sama seperti Herodes Antipas sedang berusaha memahami siapa Yesus, Lukas mengalihkan penanya menyoroti pemahaman para murid tentang Yesus, kali ini bukan karena keraguan orang lain bertanya siapakah Yesus, tetapi Yesus sendiri yang mengajukan pertanyaan ini kepada murid-Nya 「Kata orang banyak, siapakah Aku ini?」
Bagi orang percaya di abad pertama, walaupun Yesus Sang Mesias tidak seperti yang 「diharapkan」 oleh orang Yahudi Mesias Politik …
Ia adalah penggenapan dari yang pre-presented oleh para nabi
Luke 4:24 Dan kata-Nya lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. … Dan pada zaman nabi Elisa
Lalu Apakah yang harus kami perbuat?
Siapa? —> Eschatological (akhir zaman) –> Apa yang harus kami perbuat?
Luke 3:14 Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: “Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?” Jawab Yohanes kepada mereka: “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.”
Luke 5:8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.”
Menantang manusia what to do: menerima Yesus yang memberikan penafsiran baru (Yesus melakukan koreksi atas apa yang dipelintir), atau berkutat tradisi agama, berkutat pada ….
Kontras 2 jenis What to do. Luke 7:29-30 Seluruh orang banyak yang mendengar perkataan-Nya, termasuk para pemungut cukai, mengakui kebenaran Allah, karena mereka telah memberi diri dibaptis oleh Yohanes. Tetapi orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak maksud Allah terhadap diri mereka, karena mereka tidak mau dibaptis oleh Yohanes. Lihat Luke 7:31-35
Luke 3:20 raja itu menambah kejahatannya dengan memasukkan Yohanes ke dalam penjara.
Luke 7:36-50 Injil Yesus adalah tanggapan orang-orang yang peduli terhadap Injil. Perempuan berdosa yang sambil menangis bertindak membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi, datang kepada Yesus.
Mereka adalah yang mengenali siapa Mesias sejati dan bersedia untuk …
“Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
Luke 8:21 Tetapi Ia menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.”
Yesus – Mesias yang bagaimana?
Tidak seperti yang diharapkan dunia, tetapi …
Luke 3:22 dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”
Luke 3:38 anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.
Luke 9:35 Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.”
Yesus – Mesias yang bagaimana? – Penggenapan Perjanjian Lama
Luke 4:2 Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.
Berpuasa selama 40 hari di padang gurun dan menerima pencobaan godaan iblis membuktikan bahwa di mana bangsa Israel dalam Perjanjian Lama gagal, kontras Kristus Sang Mesias mampu berkemenangan. Empat puluh hari melambangkan 40 tahun pengembaraan bangsa Israel di padang gurun (Numbers 14:34), dan tiga pencobaan iblis kepada Yesus adalah kelaparan (Exodus 16:1-8), menyembah iblis (Exodus 32) atau mencobai Allah (Exodus 17:1-3) bertepatan dengan pencobaan yang gagal dihadapi bangsa Israel di padang gurun.
Luke 4:21 Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” πεπλήρωται peplērōtai is fulfilled
Yesus – Mesias yang bagaimana? Mesias yang sejati benar
Luke 4:41 Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: “Engkau adalah Anak Allah.” Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.
• Yesus Messias Penggenap Keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa
Luke 1:77 untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,
Luke 5:20-21 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: “Hai saudara, dosamu sudah diampuni.” Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: “Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?” Luke 5:24 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”
Lihat Luke 7:48
• Yesus Messias – Tuhan atas Mosaic Law (Taurat) dan Penggenap Mosaic Law
Luke 5 Yesus menyembuhkan penderita kusta dan orang lumpuh.
Dalam kitab Imamat, tidak ada orang yang boleh mengumumkan seorang sakit kusta sudah tahir, kecuali orang yang memiliki identitas imam barulah memiliki kuasa ini. Dalam tradisi masa Perjanjian Lama, semua yang melakukan keajaiban, penyembuhan dll, adalah dilakukan atas nama Allah TUHAN, tetapi Yesus justru dengan sederhana mengucapkan sebuah kalimat: 「Aku mau, jadilah engkau tahir!」.
Luke 6 Yesus memberikan koreksi atas definisi yang benar tentang hari Sabat
Luke 6:5 Kata Yesus lagi kepada mereka, 「Anak Manusia adalah Tuan atas hari Sabat.」
Tujuan Yesus melakukan adalah koreksi ulang cara penjelasan dan cara pemahaman atas hukum Taurat Musa (reinterpretation of Mosaic law) yang sudah dipelintir oleh manusia. Reinterpretation of Mosaic law ini terlihat dalam pengajaran Yesus dalam Lukas 6:20-49.
• Yesus Messias – Eschatological new Moses.
Lihat Ibrani 3:1-6 Kristus melampaui Musa
Lukas menggunakan penggambaran yang dikenal oleh orang Yahudi pada zaman itu untuk menyatakan identitas unik dari Yesus. Di zaman antara dua perjanjian, tema yang ada dalam kitab Yesaya yakni 「keluaran baru dari Mesir」(new Exodus) atau 「Musa baru di akhir jaman」(eschatological new Moses) semuanya adalah apa yang diharapkan orang Yahudi.
Ayat-ayat perikop hari ini menggunakan tema yang sudah dikenal akrab oleh orang Yahudi pada zaman itu untuk menyajikan karakter khusus Mesianik dari Yesus.
Luke 8:22-39 peristiwa 「menenangkan angin dan ombak」 dan 「mengusir setan masuk ke babi」 semua disandingkan bersama oleh Lukas, pasti ia ingin pembaca melihat ada hubungan tertentu antara kedua peristiwa (benang merah).
Luke 8:25 “Siapa gerangan orang ini, sehingga Ia memberi perintah kepada angin dan air dan mereka taat kepada-Nya?”
Mereka pasti akan teringat Musa, ia dapat menyuruh Laut Merah terbelah dan membiarkan orang berjalan di tengah, dan mukjizat yang dilakukan Yesus menunjukkan Dia adalah Musa baru akhir zaman juga dapat mengadakan keajaiban seperti itu, adalah agar pembaca terpikir dan terhubungkan dengan identitas unik tersebut.
「Para setan」 adalah 「Legion (kelompok)」 (λεγιών), yang berarti nama tentara Romawi. Pada akhirnya, roh jahat yang seperti tentara ini masuk pada babi dan mati tenggelam di laut.
Yesus memiliki kuasa untuk membuat musuh tenggelam di laut seperti tentara Mesir. Tetapi musuh Yesus bukanlah musuh yang punya bentuk fisik, tetapi iblis yang memakan benih yang jatuh di pinggir jalan.
Yesus sebagai eschatological New Moses memang hendak memimpin umat-Nya meninggalkan tanah penawanan, tetapi kepemimpinan ini bukan untuk meninggalkan suatu tempat dan memasuki tanah perjanjian fisik, apa yang hendak Yesus lakukan adalah melepaskan dan menyembuhkan hati manusia yang dipenjara penuh dengan roh jahat dan berbagai penyakit, agar sepenuh hati kembali ke pelukan Bapa, bukan merebut kembali suatu tanah negara.
Luke 9:28-36 「Transfigurasi di gunung」 adalah catatan yang sangat unik. Peristiwa ini mirip Keluaran Musa menerima Sepuluh Hukum: di atas gunung, ada wahyu, Allah berbicara kepada orang-orang di awan, penampilan Musa dan Yesus berubah (lihat Keluaran 24:9-18), dapat dilihat transfigurasi ini menunjuk pada Yesus yang hendak melaksanakan keselamatan baru bagi orang Yahudi, ini juga berarti bahwa Yesus memiliki otoritas untuk menunjukkan kepada dunia tentang rencana keselamatan Allah
• Yesus Messias – Memberikan definisi baru Umat Allah – Gereja. Eschatological Redefinition of People of God (Church)
Umat Allah adalah orang yang bersedia melihat kelemahan dan ketidakbenaran diri sendiri, ini adalah indikator penting umat Allah, bukan semata dengan mengandalkan garis keturunan. (Lihat What To Do)
Luke 6:20-49 Seperti halnya Musa di atas gunung Sinai bagi komunitas baru menerima standard pedoman prinsip menjadi umat Allah, Reinterpretation of Mosaic law, 「Gereja Merupakan Sebuah Komunitas Baru yang Bagaimana?」
Luke 7, penerapan konkret sebagai Umat Allah yang diperbarui.
Yesus menyembuhkan hamba dari perwira asing, dan dengannya Ia hendak menunjukkan dan menafsirkan apa maksud sesungguhnya dari mengasihi musuh, 「hendaklah memberkati orang yang mengutuk engkau.」 Reinterpretation of Mosaic law
Kisah hamba perwira yang disembuhkan ini mirip dengan kisah penyembuhan Naaman. Lihat Luke 4:27 Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu.” The re-enactment of salvation history
Pengajaran dalam pasal 6 terutama adalah memakai topik pembalikkan akhir zaman (eschatological reversal motif) dari 《Nyanyian pujian Maria》 sebagai inti, ketujuh ayat ini dibicarakan dengan memakai pembalikkan arah: orang yang miskin, lapar, menangis telah memiliki kebahagiaan, karena mereka akan mendapatkan Kerajaan Allah, dikenyangkan dan tertawa sukacita; sebaliknya, orang yang puas dalam kekayaan, puas dalam kenyang, tertawa gembira akan mendapatkan bencana.
Tuhan mendefinisikan ulang umat-Nya, bukan berdasarkan ras dan warna kulit. Tetapi orang-orang yang didasarkan apa adanya diri sendiri, yang telah mengalami pembaruan dan perubahan oleh kasih Tuhan, orang yang demikian yang layak menjadi umat Tuhan.
• Yesus Messias – Redefinisi tentang Perjamuan Mesianik
Luke 7:36-50 「Mengenal Mesias di Perjamuan Mesias」 Dalam Injil Lukas, ada banyak tema 「perjamuan」 (banquet motif), penggambaran cara ini tidak asing bagi orang-orang percaya pada abad pertama. Tema ini memberi arah yang sangat penting, yakni di dalam perjamuan menunggu kedatangan Mesias (tema perjamuan mesianik / messianic banquet motif).
Perjamuan Mesianik adalah kepedulian tentang menunggu kedatangan Mesias sejati, dan Yesuslah Sang Mesias sejati yang datang, sayangnya para murid dan orang-orang tidak mengenali Dia, bahkan setelah kebangkitan Yesus, di jalan ke Damaskus para murid tidak dapat mengenali-Nya.
Luke 7:36 Orang Farisi mengadakan perjamuan, berdiskusi tentang Mesias, berdiskusi tentang Mesias, tetapi sebenarnya di hatinya sama sekali tidak pernah percaya, bahkan ketika Mesias benar-benar muncul pun matanya seperti sudah buta? Telinga sudah tuli?
“Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
Penerapan Benang Merah dalam memahami Injil Lukas Pasal 8 dan 9.
Perumpamaan tentang menabur benih memiliki fokus yang berbeda di dalam masing-masing Injil Sinoptik (Matius, Markus, Lukas). Injil Lukas meletakkan fokus perumpamaan ini pada hati manusia sepatutnya menanggapi 「Injil Allah, karya Mesias di bumi」, ini seperti pertanyaan dan keraguan Yohanes Pembaptis, penolakan dan ketidakpercayaan para Ahli Taurat dan orang-orang Farisi, atau persembahan dan kesediaan menjadi murid dari para wanita itu, untuk menjelaskan bahwa pada hari-hari terakhir, fokusnya bukan pada bangkit dan jatuhnya kerajaan atau pergantian dinasti, tetapi di bumi ini bagaimana manusia setia, sabar, dan dengan tanah hati yang baik menanggapi Firman Tuhan (What To Do).
Ada kesamaan antara perumpamaan terang pelita dengan perumpamaan menabur benih, bahwa dalam keadaan yang seolah-olah tidak ada harapan, namun asal Anda bertahan, Anda akan melihat hasilnya. Itu seperti pohon yang tampaknya tidak berbuah, mungkin setelah beberapa waktu, buah itu akan muncul. Seperti tempat gelap, terlihat hanya kegelapan, tanpa harapan. Hanya saja karena pelita belum dinyalakan di tempat itu, asal Anda sabar bertahan untuk sementara waktu, orang akan menyalakan pelita meletakkannya di atas kaki dian, lalu orang dapat melihat cahaya. Lihat Benar dan Certainty; Yesus adalah Mesias yang bagaimana, itulah dasar untuj bertekun dalam pengharapan.
Ini adalah masa-masa akhir (eschatological era)
Iman macam apa yang diperlukan bagi orang untuk memilih percaya kepada Herodes, atau Yesus anak tukang kayu?
Untuk mengakui bahwa Yesus adalah 「Kristus, Mesias」 membutuhkan keberanian karena nama 「Kristus」 terkait urusan politik, masih ingat Herodes Agung karena nama ini membunuh bayi di bawah dua tahun? Ya, untuk mengakui bahwa seseorang adalah Kristus berarti mengharapkan perebutan kuasa politik, sama seperti di antara para murid Yesus ada Simon orang Zelot yang memiliki orientasi politik yang demikian dan berpartisipasi dalam kelompok tersebut.
Oleh karena itu, Luke 9:23-24 “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.
Ketika seseorang ingin mengikuti Tuhan Yesus, ini adalah perjalanan yang sudah ditentukan sebelumnya, sama seperti kemuliaan Kristus adalah ketika Dia disalibkan.
Memahami Transfigurasi: Musa dan Elia, menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya (ἔξοδον exodon) yang akan digenapi-Nya di Yerusalem, penggenapan new exodus. Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya.
Berdasarkan benang merah yang disebutkan di atas, bagaimana Anda memahami pasal 9 mengapa Lukas meletakkan catatan “Memberi makan 5000 orang” sebelum Pengakuan Petrus “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” (kontras “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?”), mengapa disambung dengan perikop “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya”, mengapa disambung dengan perikop “Transfigurasi di atas Gunung” Dia berbicara dengan Musa dan Elia?
Apa kesinambungan topik dari perikop-perikop yang diuntai bersama-sama ini?
Penerapan benang merah untuk memahami Lukas 9:37-50
Frasa 「angkatan yang tidak percaya 」 berasal dari Ulangan 32:4-5. 「unbelieving」 atau 「faithless」, lihat Bil. 14:27;Ulangan 32:5;Yesaya 59:8。
Angkatan yang sesat membawakan bayangan bagaimana orang-orang Yahudi setelah keluar dari Mesir, berulang kali tidak taat dan mengkhianati TUHAN penyelamat mereka, dan di antaranya mereka mencobai dan menantang otoritas Musa dan Harun, dan sering kali bertindak tidak setia kepada Allah, seperti: setelah menerima hukum Taurat Musa turun gunung Horeb, dia melihat orang-orang sedang membuat anak lembu emas dan berpendapat bahwa inilah Allah yang membawa mereka keluar dari Mesir.
Luke 9:41, NET2: How much longer must I be with you and endure you? Atau 「遷就」(put up with)bear patiently, tolerate without complaint or attempt at reprisal, menerima tanpa mengeluh.
The New Moses bandingkan dengan Musa yang terdahulu Bilangan 11:12;Akukah yang mengandung seluruh bangsa ini atau akukah yang melahirkannya, sehingga Engkau berkata kepadaku: Pangkulah dia seperti pak pengasuh memangku anak yang menyusu, berjalan ke tanah yang Kaujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyangnya? … Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku. Jika Engkau berlaku demikian kepadaku, sebaiknya Engkau membunuh aku saja.
Musa yang dahulu tidak mampu, ia hampir putus asa, tidak sabar. Yesus sebagai new Moses, Musa yang baru, Ia jauh lebih tinggi daripada Musa.
Yesaya 46:4 Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu. Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama?
Sejarah terjadi berulang, ayat 41 “angkatan yang tidak percaya dan yang sesat”, ayat 45 mereka tidak mengerti perkataan itu. Melanjutkan tema 「Keluaran dari Mesir,」 Musa setelah naik ke atas gunung menerima hukum Taurat, ketika turun gunung (bandingkan Luke 9:37) segera mendapat sambutan ketidakpercayaan umat dan munculnya iman yang tidak murni kepada Allah, tercampur iman dunia dan iman kepentingan diri sendiri.
Luke 9:44-45, “Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.” Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka (they understood not this saying, and it was hid from them, bentuk pasif disembunyikan, oleh apa? By Luke 24:25 it is clear that their lack of response is their own responsibility. The only way to reverse this is to pay careful attention as Luke 9:44 urges), akibatnya mereka tidak dapat memahaminya. Kata “dengarlah dan camkanlah” 「take these words to heart」, 「place these words into your ears」, do not forget these words, listen carefully to these words. Exodus 17:14; Luke 8:8 benih jatuh di tanah hati yang baik, tersimpan baik-baik dalam hati, mendengar dan melakukannya.
Hati yang diserang roh (ayat 39, λαμβάνει lambanei lebih tepatnya seizes), telah diberi kuasa supaya mereka mengusir roh, tetapi mereka tidak mampu. Karena “angkatan yang tidak percaya” tanah yang penuh batu, hati mereka terhimpit keinginan diri, kehendak diri sendiri, masih senang berada di dalam iman dunia Mesirnya?
Ayat 46 Maka timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka. Kata “maka” menunjukkan adanya penyebab yang ditunjukkan di perikop sebelumnya.
Dalam kitab Keluaran dan Bilangan tercatat peristiwa perebutan kekuasaan, berebut siapa yang lebih besar (Num 12:1 Miryam serta Harun mengatai Musa, perdebatan bani Korah Num 16:3 Maka mereka berkumpul mengerumuni Musa dan Harun, serta berkata kepada keduanya: “Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?”).
Luke 9:49-50 mengulang peristiwa para tetua yang digerakkan oleh Roh Kudus untuk bernubuat (di mana Yosua meragukan dua penatua, Eldad dan Medad yang tidak di tempat, tetapi tetap menerima Roh Kudus untuk bernubuat, Bil. 11:26-27) Semua itu menunjukkan bahwa orang Lewi yang sesuku dengan Musa dan tangan kanannya tidak memahami kehendak Allah, melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan, dan mengatakan sesuatu yang tidak boleh dikatakan.
Jika menurut konteks di atas, kita akan tahu lebih banyak tentang mengapa perikop hari ini juga mencatat hal-hal serupa. Yakni perdebatan siapa yang lebih besar di antara para murid, dan juga mengapa timbul pertanyaan Yohanes apakah Yesus mau melarang orang-orang yang mengusir setan dalam nama Tuhan, orang-orang itu tidak menentang Tuhan Yesus? Ini sekali lagi menegaskan bahwa tema 「Keluaran dari Mesir」 adalah selalu tentang pembaruan dan pembangunan hati manusia.
Ini sekali lagi menegaskan bahwa tema 「Keluaran dari Mesir」 utamanya bukan secara fisik Keluar dari tawanan Mesir, tetapi adalah utamanya selalu tentang rohaniah Keluar dari tawanan Mesir, pembebasan dan penyembuhan hati manusia. Luke 4:18, Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas … Membebaskan hati yang dikuasi roh (ayat 39).
「Keluaran dari Mesir」 bukan pekara penumpasan penjajah politik, tetapi apakah orang-orang bersedia tekun mendengarkan lalu dengan sepenuh hati dan menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku? Itulah definisi “percaya” Lihat Luke 8:11-21 tanah yang baik menerima benih bertumbuh, perhatikan cara mendengar (Luke 8:18), mendengar dan realisasi konkret (Luke 8:21).
Ataukah 「angkatan yang tidak percaya 」 secara KTP sudah murid Yesus, tetapi hati masih belum bersedia keluar dari Mesir? Sebelum mengusir roh jahat dari orang lain, mungkin perlu terlebih dahulu mengusir roh dunia yang menjajah hati sendiri.
Apakah mereka melihat jauh ke depan, Tanah Perjanjian Surgawi, Pandangan Surgawi yang agung (Yesaya 60.)