Filipi 4:6-9

Mengapa tidak ada kedamaian walau saya telah berdoa?

Oleh Dr. Scott Yip Ying Lam (葉應霖)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Flp. 4:6-9 [ITB])
6 Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. 9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Penulis ingat bahwa beberapa tahun setelah pertama kali menjadi orang Kristen, suatu kali bertemu dengan seorang rekan di gereja yang saya kenal sejak persekutuan sekolah menengah. Saya sudah lama tidak melihatnya di gereja, jadi saya maju menyapa dia, dan setelah beberapa obrolan, bermula berbincang tentang mengapa dia tidak pergi ke pertemuan gereja dan sampai dia bahkan tidak membaca Alkitab. Di akhir obrolan, dia mengucapkan sepatah kata yang sampai hari ini, hampir tiga puluh tahun kemudian, saya masih ingat: tapi saya ada berdoa. Sebuah kata-kata yang biasa, tetapi terus-menerus terjebak dalam pikiran saya. Doa yang tidak ada firman Allah, itu doa yang bagaimana? Doa tanpa membaca Alkitab apakah itu seorang Kristen? Kehidupan iman yang berdasar pada diri manusia sendiri, apakah itu iman yang tulus dan benar? Bukankah kehidupan iman seharusnya memiliki satu set standar untuk ditaati? Saya tidak merespons dia dengan perkataan tersebut. Tetapi saya bertanya kepada seorang yang baru percaya Tuhan Yesus, saya bertanya pada diri sendiri.

Tuhan adalah Allah yang memberikan kedamaian, sepatutnya tidak perlu ada keraguan, betul? Orang percaya kepada Tuhan atau tidak, kebanyakan orang semestinya rindu menemukan kedamaian. Damai mungkin rasa aman, rasa ada harapan di masa depan, sebuah keadaan jiwa hati dan pikiran, pengalaman merasa puas dengan saat ini dan seterusnya. Namun, saya menemukan orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, kedamaian mereka, belum tentu lebih besar dari orang-orang tidak percaya pada Tuhan, mengapa? Penyebabnya adalah bahwa hubungan kita dengan Tuhan, pada prinsipnya, adalah ada cara kerja ada mekanismenya.

Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus , ini adalah janji yang berharga. Tetapi janji ini adalah untuk menjalin suatu hubungan yang sebenarnya dibangun di atas dua landasan.
Landasan pertama, ayat 4:8 Paulus berkata: pikirkanlah semuanya itu yang berarti bahwa orang percaya harus membiarkan pikiran fokus pada semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji. Daftar kebajikan serupa pada kenyataannya juga ditemukan umum di antara pedoman etika masyarakat Romawi. Di atas dasar kisah Kristus, Paulus mengutip kebijaksanaan umum, di satu sisi, mengintegrasikan etika gereja diaplikasikan ke dalam masyarakat sosial dan menetapkan prinsip hidup di dalam dunia bagi orang percaya di Filipi; tetapi di sisi lain, kebajikan ini harus ditafsirkan dari perspektif kisah Kristus, maka orang percaya tidak akan terseret arus orang banyak dan menggunakan kebajikan sekuler untuk memimpin hidup mereka.

Landasan kedua, Paulus berkata: Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu (Flp. 4:9), dapat diterjemahkan sebagai Kamu harus mempraktikkan hal-hal ini, yang berarti bahwa orang percaya harus membuat perilaku mereka sesuai dengan apa yang Paulus jabarkan. Pertumbuhan hidup tentu saja lebih dari sekadar meniru, tetapi dalam perkembangan tahap awal spiritual orang percaya tidak bisa mengabaikan meniru. Hidup mungkin tidak harus membabi buta meniru, tetapi harus secara aktif menular. Paulus tidak perlu menunggu sempurna hidupnya baru dianjurkan kepada gereja di Filipi.

Orang Kristen melalui doa dapat menghilangkan khawatir, bisa mendapatkan damai sejahtera yang melampaui pikiran manusia. Tetapi jika di dalam hidup orang Kristen tidak merenungkan dan melaksanakan keselamatan yang diteruskan dari bapa-bapa pendahulu gereja, damai sejahtera ini tidak akan berlangsung lama, damai sejahtera yang ada bahkan bukan lagi yang datang dari Tuhan, itu hanya semacam penghiburan diri.

Renungkan:
• Apakah menurut Anda doa-doa Anda dapat membawa kedamaian bagi Anda? Mengapa?
• Model Spiritual apa yang Anda suka untuk tumbuh? Apakah berbasis pemikiran, atau berbasis praktik? Apakah Anda pikir Anda memiliki keseimbangan itu?
• Apakah ada seseorang yang merekomendasikan hidupnya kepada Anda dan menjadi guru bagi hidup Anda? Bagaimana dengan Anda? Kepada siapa akan Anda rekomendasikan diri Anda sendiri?


Renungan pemahaman Surat Filipi (November 2021)

Renungan pemahaman semua Surat Filipi

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh Dr. Scott Yip Ying Lam dipublikasi pada bulan November 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.