「Apakah kau dengar langkah kaki Tuhan?」
Oleh Dr. Scott Yip Ying Lam (葉應霖)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Flp. 4:1-7 [ITB])
1 Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!
2 Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan. 3 Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.
4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!
5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!
6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
Bahkan gereja yang paling sempurna sekalipun, di antara orang percaya akan terdapat perbedaan pendapat, pasti akan ada kontroversial, tetapi tidak serta merta berkembang menjadi krisis. Apa masalah di antara Euodia dan Sintikhe? Paulus tidak menjelaskannya. Tapi bisa dibayangkan, orang percaya selain harus menghadapi tekanan rezim berkuasa, tetapi juga menghadapi kontroversi teologis antara Paulus dan para pemimpin lainnya, lingkungan ini tidak mudah. Perhatikan nasihat Paulus kepada mereka: 「supaya sehati sepikir dalam Tuhan」 (τὸ αὐτὸ φρονεῖν ἐν κυρίῳ – to auto phronein en Kyriō, Flp. 4:2), tetapi bukan dengan cara 「tutup mulut maka harmonis dalam keluarga membuat segala hal berjaya, banyak mulut membuat keluarga runtuh」, itu bukan prinsip yang dipakai Paulus. Yang dapat mendorong seseorang untuk meletakkan permusuhan, tanpa melarikan diri menghindari masalah atau teknik mengelak, adalah memakai kisah Yesus sebagai cara berpikir (Flp. 2:5-11). Gereja yang mencampakkan kisah Yesus sebagai pemikiran etis, akan membawa terlalu banyak hikmat dunia ke dalam gereja, dan tidak akan ada jalan keluar untuk masalah gereja.
Ayat 5 「Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!」 Ketika kita membaca sampai kalimat 「Tuhan sudah dekat (ὁ κύριος ἐγγύς – ho Kyrios engys)」 ini, apakah timbul pertanyaan menurut Anda kata-kata Paulus tidak tepat. Faktanya, sudah hampir dua ribu tahun sejak Paulus menulis Surat Filipi, tetapi Tuhan masih belum datang. Apakah Paulus salah? Sebenarnya, Alkitab bukanlah majalah National Geographic atau majalah History, kita tidak seharusnya hanya memahaminya dari perspektif akurat ilmiah; Allah tidak memasukkan semua yang Dia ketahui ke dalam 《Alkitab》 seakan-akan dengan membaca Alkitab maka kita dapat mengetahui segala sesuatu. Kita percaya pada Allah, tetapi kita bukan Allah.
Cara membaca yang lebih tepat, adalah 「sudah dekat」 sebagai tanda, gambaran yang menginspirasi kita untuk melahirkan hati yang waspada. Paulus tidak salah, karena tujuannya justru agar kita dalam keadaan tidak tahu bagaimana situasinya di masa depan, mempersiapkan diri bertemu Yesus yang seperti tentara. Oleh karena itu, cara membaca Alkitab hanya cocok untuk mereka yang bersedia merendahkan diri dan siap sedia menunggu Tuhan untuk kembali setiap saat. Alkitab tidak hanya berisi informasi, tetapi ajakan untuk mematuhi undangan Allah.
Berharga diperhatikan: Yesus yang datang kedua kali tidak seperti pertama kali. Kali ini, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya, semua bangsa akan bertekuk lutut di hadapan-Nya (Flp. 2:9-11). Harapan inilah, mengajari kita berdua sukacita (Flp. 4:4) tetapi juga dengan takut dan gentar (Flp. 2:12), membuat kita tidak cemas untuk apapun, mengalami kedamaian yang diberikan Allah yang melampaui pemahaman manusia.
Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana,
terimalah pengajaran, hai para hakim dunia!
Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut
dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar,
supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan,
sebab mudah sekali murka-Nya menyala.
Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!
(Maz. 2:10-12)
Renungkan:
• Keinginan Paulus, adalah 「Euodia dan Sintikhe supaya sehati sepikir dalam Tuhan」. Bagaimana dengan Anda? Allah menggerakkan hati Anda supaya sehati sepikir dengan siapa di dalam Tuhan?
• 「Tuhan sudah dekat」 adalah pengalaman tulus Paulus. Apakah ini juga pengalaman tulus Anda? Mengapa?
Renungan pemahaman Surat Filipi (November 2021)
Renungan pemahaman semua Surat Filipi
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh Dr. Scott Yip Ying Lam dipublikasi pada bulan November 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.